Sabtu, 11 September 2021

RESENSI BUKU : RAPIJALI 2 - MENJADI

Jika Rapijali 1 - Mencari adalah pembukaan, maka Rapijali 2 - Menjadi adalah isi. Seperti yang sudah saya tulis di postingan sebelumnya, semua konflik akan muncul di seri kedua ini. Perpecahan band, percintaan segi 4, kegagalan pilgub, perceraian, dll. Namun seperti cerita-cerita lainnya, konflik lah yang menjadikan inti cerita menarik. Jika Rapijali 1 terasa membosankan, maka Rapijali 2 jauh lebih hidup karena konflik.


Di novel yang kedua, Band Rapijali menembus hingga ke babak final. Banyak sekali kejadian menyenangkan selama proses mereka menuju final. Hubungan Ping dan Guntur yang membaik. Debat Pilgub yang dikuasai dengan baik oleh Guntur. Ping semakin berkembang diajari bu Ira. Inggil yang kaku jadi makin luwes. Dan Lodeh sekeluarga mendapat panggung. Mereka bolak balik di shoot pihak TV karena dianggap inspiratif.


Semua pertanyaan terjawab di buku ini. Bahwa Guntur pada awalnya mencintai Dahlia, namun tak bisa menikahi perempuan itu karena telah dijodohkan dengan Nita. Pernikahan bisnis. Ditengah kegalauan Guntur, ia menepi ke Batu Karas sekaligus menjalankan misi LSM nya bergerak di bidang pendidikan dan terlibat cinlok dengan Kinari. Petualangan gilanya menghasilkan Ping, yang benar-benar tidak diketahuinya. Hanya selisih bulan, ia meninggalkan Batu Karas, menikahi Nita dan lahirlah Ardi. 

Lovinka dan Lovardi.

Rapijali lolos dengan pilihan lagu-lagu dari Benyamin. Untuk intensitas latihan, Lodeh dipekerjakan di Pradipa Bangsa agar bisa memakai ruang musik dengan leluasa. Lodeh setuju dengan syarat hanya sementara, karena Lodeh lebih suka mengamen dibanding kerja jadi cleaning service.


Di babak semifinal, mereka harus tampil dengan lagu ciptaan mereka sendiri. Ping mengajak bandnya menepi ke Batu Karas untuk menggubah lagu. Mereka disambut meriah. Ada Oding juga yang langsung menjadi idola Buto dan Inggil. Dari situ mereka akhirnya memilih lagu Kinari milik Yuda, dan satu lagu gubahan Ping dan Rakai berjudul Awal Mulaku. Namun Kinari berpesan kepada seluruh personel. Dia mengizinkan lagu Kinari dimainkan dengan syarat, jangan pernah membongkar bahwa ini lagu ciptaan Aki Yuda yang menceritakan tentang Ibu Kinanti. Cukup katakan ini lagu Zemora. Sebab, Kinari tidak ingin hidupnya diliput media seperti Lodeh. 


Di Batu Karas konflik dimulai. Oding menyatakan perasaannya ke Ping dan Jemi menyatakan perasaan ke Rakai. Tidak ada yang jadian. Sebab rupanya diantara Rakai dan Ping sudah muncul benih cinta. Saya benci bagian ini. Tapi baik Jemi maupun Oding bisa menyikapinya dengan sangat bijaksana. Mereka mundur dengan legowo. Sungguh saya kagum dengan dua karakter second lead ini, melebihi karakter utama. Saya tidak suka Ping dan Rakai.


Rakai yang egois, selalu memutuskan apapun sendiri. Dan Ping yang seperti granat. Kedatangannya selalu membuat ledakan. Saya tau ini bukan salah Ping. Tapi kehadiran Ping membuat Rakai berpaling dari Jemi dan Guntur berpaling dari Ardi serta Nita. 


Saat berada di batu karas, jemi merasa diikuti oleh seseorang. Jemi mengira itu mata2 utusan ayahnya. Rupanya itu adalah pesaing Guntur pada Pilgub yang datang untuk mengorek affair antara Guntur dan Kinari hingga lahirlah Ping. Tentu saja yang membocorkannya adalah Ardi, dipicu oleh faktor kecemburuan sebab ayahnya jadi lebih sayang Ping daripada Ardi sendiri.


Pulang dari Batu Karas, Jemi menghindari Rakai. Buto merasakan perubahan atmosfer di band itu. Sebelum tampil, Buto mengheningkan cipta sejenak, dan berkata, "apapun yang terjadi diantara kita, saat dipanggung kita harus meninggalkan semua masalah dan tampil semaksimal mungkin demi RAPIJALI"


Sesuai kesepakatan, ketika tampil mereka semua bersikap profesional. Hingga tiba ketika mereka menyanyikan lagu Awal Mulaku. Rakai duet dengan Ping. Jemi merasa patah.


Usai menyanyikan lagu, dewan juri tertarik dengan lagu Kinanti. Dan Lodeh tanpa sengaja keceplosan bilang itu lagu kakek Ping tentang ibu Ping. Disaat bersamaan, lawan politik Guntur telah mengungkap aibnya tentang affair yang terjadi di Batu Karas 17tahun silam hingga lahirnya Ping. Seketika Rapijali jadi trending twitter dengan hastag #anakharam.


Ping kacau. Dia langsung kabur ke rumah Guntur. Suasana tidak membaik sebab Nita marah-marah dan memutuskan pergi. Ping akhirnya kabur ke Batu Karas. Disana ia ditemani Oding. Pak Mursadi kemudian datang menyemangati Ping. Memberika 6 patung bambu sebagai simbol Rapijali. Masing2 patung memegang alat musik. Hanya satu yang memegang lambang hati. Untuk Ping.


"Kamu hatinya Rapijali." Kata Pak Mursadi.


Guntur kalah tipis dalam pemilihan Gubernur. Nita membawa Ardi pergi ke rumah orang tuanya. Malam final kompetisi Band Idola Indonesia dimulai sore ini. Tiba2 Ping mendapat kekuatan untuk kembali. Ia pergi diantar Oding. Tapi memasuki gerbang tol Palimanan, mobil Oding mogok dan hapenya mati.


Di studio, band2 lain menyemangati Rapijali. Seluruh anggota band berfoto bersama, tanpa Ping. Jemi kemudian mengunggahnya ke sosial media. Sedangkan Rakai berinisiatif menjemput Ping di tol menggunakan taxi, sesuai dengan chat terakhir Oding yang dikirim ke Jemi.


Hmmm, semoga di buku ketiga akan ada kabar baik untuk Oding dan Jemi, yah.


Tepat waktu, Ping tiba saat Rapijali akan manggung..tentu saja mereka tidak menang. Ping harus lari lagi untuk ujian beasiswa sekolah musik di Universtias Bakti Sancaya. Jadwal Ping terpaksa molor sebab gubernur baru ingin cari muka dan menyerahkan piala kepada Ping dalam acara kontes band. Kelima personel Rapijali kemudian memutuskan kabur dari studio dan mengantar Ping audisi dengan menggunakan ANGKOT. Pengalaman yg sungguh baru untuk Jemi.


Scene ini yang membuat saya nangis.


Diatas angkot, Jemi berbicara pada Ping. Ia memberi seluruh dukungannya untuk Ping. Termasuk dukungan untuk hubungan Ping dengan Rakai. Jemi lalu menunjukkan sosial media yang komentarnya menembus ratusan ribu. Foto seluruh finalis Band Idola Indonesia tanpa Ping, dengan caption yang sangat menyentuh #kamibersamaping . 


Penasaran caption lengkapnya? Silahkan baca bukunya sendiri 😂


Ping tiba tepat waktu. Bahkan masih sempat melihat pengumuman kalahnya Rapijali jadi juara 1, namun mereka jadi band terpopuler. Waktu audisi, Ping bermain dengan teknik yang buruk. Ia gagal. Namun sesaat sebelum pulang, Ping merasakan dengung turbin yang membuat suasana ruang audisi jadi menyeramkan dan berhasil membuat bunyi tersebut hilang.


Ping memutuskan pindah kos dan menjual rumahnya di Batu Karas sebab gagal mendapat beasiswa. Ia juga tak mau kembali ke rumah Guntur. Namun saat latihan di rumah Rakai, Dekan fakultas musik datang menemui bu Ira dan mengatakan bahwa Ping diterima gara-gara kemampuan Ping merasakan bunyi turbin yang membuat suasana merinding. Ping punya pendengaran istimewa. Dan rumah kakek tidak jadi dijual.


Jemi berangkat ke Amerika. Saat di bandara, ada Ardi yang ikut mengantar Jemi, tapi langsing pergi ketika Ping datang. Di bandara, Ping menyerahkan patung bambu Ping untuk Jemi.


"Saya kan sudah punya, Ping?" Kata Jemi. Ping menggeleng. Ia tetap menyerahkan patung bambu yang membawa hati untuk Jemi.


"Ini bukan saya, Jem. Kamulah hatinya Rapijali."


Saya sangat setuju dengan Ping untuk soal ini.


Kemudian Oding juga berangkat kuliah di Bali. Ping lalu pacaran dengan Rakai dan kerja sambilan jadi pianis di hotel tempat Bu Ira biasa manggung. Disana, Ping kemudian ditawari produses untuk solo karir. Dan tamatlah buka kedua.


Buku ketiga akan menjadi antiklimaks sekaligus penutup. Sudah ah, saya gatau harus nulis apalagi. Pokoknya buku kedua ini bagus. Uda gitu aja.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar