Kamis, 14 Maret 2019

Dongeng : Monyet yang Sombong

Pada jaman dahulu kala, hiduplah seekor monyet yang sombong. Ia merasa hebat karna pandai memanjat. karna kepandaiannya, ia seringkali mengusili penghuni hutan lainnya.

Suatu hari, saat sedang memanjat pohon apel, monyet melihat kura kura sedang beristirahat dibawahnya. Niat iseng monyet pun muncul. Apel yang sudah ia gigit, dibuangnya tepat mengenai tempurung kura-kura. Kura kura kecil pun kaget dan segera bersembunyi didalam tempurungnya. Monyet tertawa terbahak bahak. Mendengar tawa monyet, kura-kura menjulurlan kepalanya keluar dari tempurung.

"Hey monyet, kenapa kau lemparkan apel ini tepat diatas tempurungku?!"

Monyet berhenti tertawa dan menjawab, "salah sendiri kenapa kamu beristirahat dibawah pohon apelku"

"Pohon apelmu?" Tanya kura-kura. "Sejak kapan pohon ini menjadi milikmu?"

"Sejak aku menjadi pemanjat terhebat di hutan ini!" Jawab monyet sombong. "Kalau kau tidak terima, sini! Ku tunggu kau diatas pohon ini!"

Kurakura mendengus lalu beranjak pergi. Monyet tertawa lagi. "Dasar kura kura payah! Memanjat saja tidak bisa!"

Tak lama kemudian, seekor tupai melompat mendekat. Ia juga hendak memakan apel di pohon itu.

"Hey tupai," seru monyet. "Siapa yang mengijinkanmu makan apel di pohonku?"

"Pohonmu?" Cicit tupai. "Sejak kapan pohon apel ini menjadi milikmu?"

"Sejak aku menjadi pemanjat terhebat di hutan ini!", Sahut monyet.

Tupai tertawa terbahak bahak. "Pohon apel ini adalah milik seluruh penghuni hutan. Semua penghuni hutan berhak memakan buahnya. Lagipula, siapa yang bilang bahwa kau pemanjat terhebat?"

"Tentu saja aku yang terhebat. Tak ada yang lebih pandai memanjat daripada aku!", Seru monyet.

"Kalau hanya memanjat sepertimu, aku juga bisa!" Jawab Tupai sambil memetik sebuah apel dan memakannya.

Melihat Tupai yang tidak mau menuruti kata-katanya, monyet jadi sebal. Ia pun menantang Tupai.

"Hey tupai kecil, kalau kau memang pandai memanjat, mari kita bertarung! Aku tantang kau untuk balapan memanjat dan melompat dari pohon ke pohon. Dimulai dari pohon apel ini, hingga ke pohon di dekat sungai itu!" Seru monyet.

Tupai kecil mengangguk menyanggupi tantangan monyet. Dalam hati, monyet yakin akan menang. Sebab ia tau, sepandai pandainya tupai melompat, pasti akan jatuh juga. Peribahasa itu tidak berlaku untuk monyet.

Kedua hewan itu turun kebawah tanah. Dengan aba aba dari monyet, pada hitungan ketiga mereka mulai memanjat dan saling melompat. Mereka bersalip salipan, cepat sekali seperti kilat. Hingga di pohon kelima sebelum pohon terakhir di tepi sungai, tupai kecil tergelincir. Monyet tertawa terbahak bahak melihat tupai terjatuh. Monyet tidak melihat kedepan hingga akhirnya BRUKKK !!! Monyet menabrak macan kumbang yang sedang tidur diatas pohon !

Macan kumbang yang kaget langsung mengaum marah. Melihat monyet bergelayutan di dahan, ia pun berusaha menerkam monyet nakal.

"Berani beraninya kau mengganggu tidur siangku! Sini kumakan kau! Mumpung aku sedang lapar belum makan siang!", Ujar macan Kumbang lalu meloncat menerkam monyet.

Monyet langsung ketakutan. Ia kembali melompat ke pohon setelahnya. Tapi sayang, rupanya itu pohon terakhir. Monyet menyadari ia pandai memanjat tapi tidak pandai berlari. Jika ia turun ke tanah, macan kumbang akan lebih mudah menerkamnya. Tapi macan kumbang tidak bisa berenang. Pilihannya hanya lompat kesungai. Sayangnya, monyet nakal itu juga tidak bisa berenang!

Disaat genting itu, monyet melihat kura kura berjalan lambat menyeburkan dirinya ke sungai dan berenang ke sebrang. Berbeda dengan di darat, didalam air kura kura bisa berenang dengan cepat.

"Hey kura-kura!" Seru monyet. "Aku akan lompat ke sungai. Nanti biarkan aku naik ke tempurungmu ya, aku tidak bisa berenang! Dan aku harus kabur dari macan kumbang ini!"

Ketika macan kumbang semakin dekat, monyet nekat lompat ke sungai. Ia berteriak minta pertolongan karna tak bisa berenang.

"Kura-kura! Kemarilah tolong aku! Biarkan aku naik ke tempurungmu. Aku tak bisa berenang!"

Kura kura tua itu hanya menoleh sekilas dan berkata, "minta tolong saja pada pohon apelmu. Bukankah kau pemanjat terhebat di hutan ini? Sayang sekali, kau payah dalam berenang!"

Kura kura melanjutkan berenang dengan cepat ke sebrang. monyet nakal akhirnya terseret arus sungai dan hanyut entah kemana. Macan kumbang kembali ke pohon tempat peristirahatnnya. Sedangkan tupai kecil itu terkikik geli di tanah. Sebab ia bukannya benar benar terjatuh. Ia sengaja menjatuhkan diri karna tau bahwa di pohon ketiga sebelum pohon terakhir di tepi sungai adalah tempat istirahat macan kumbang. Tupai pun kembali ke pohon apel tadi dan makan dengan tenang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar