Jumat, 15 Maret 2019

Dongeng : Badai di Kerajaan Hujan

Dongeng : Badai di Kerajaan Hujan

Pada suatu hari, nun jauh disana ada sebuah kerajaan bernama Kerajaan Hujan. Kerajaan Hujan dipimpin oleh Raja Hujan yang bijaksana. Raja Hujan memiliki Ratu yang cantik dan lembut, serta seorang anak perempuan cerdik bernama Putri Rintik.

Suatu hari Kerajaan Hujan ramai. Penduduk dibuat ketakutan oleh kedatangan segerombolan pasukan yang memporak porandakan kerajaan. Pasukan ini dipimpin oleh Jendral Angin Kencang.

"Lapor Yang Mulia," kata pengawal Istana. "Diluar sana ada pasukan yang memaksa masuk kedalam istana. mereka sudah memporak porandakan rumah rumah penduduk untuk menuju istana. Saat ini rakyat sedang ketakutan, paduka."

"Tak apa, suruh mereka masuk. Biar mereka jelaskan apa maksud kedatangannya. Dan segera kirim petugas Istana untuk bergotong royong dengan rakyat memperbaiki kekacauan itu." jawab Raja Hujan dengan tenang.

Tak lama kemudian, Jendral angin kencang masuk. Sosoknya begitu besar dan menyeramkan, membuat takut orang orang yang ada di dalam Istana. Diam-diam, Putri Rintik ikut menyaksikan pertemuan tersebut.

"Wahai Raja Hujan, hamba Jendral Angin Kencang, datang kemari atas perintah Raja dari  Kerajaan Petir", kata jendral Angin Kencang memperkenalkan diri

"Ya, langsung saja katakan apa tujuanmu" jawab Raja hujan.

"Tujuan hamba kemari adalah menyampaikan pesan dari Yang Mulia Raja Petir, supaya Raja Hujan mau menyerahkan kerajaan Hujan kepada kerajaan petir, dan membangun sebuah kerajaan yang lebih besar untuk menguasai kerajaan kerajaan lainnya" kata Jendral Angin Kencang

"Dan mengapa aku harus menyetujui itu?" Tanya Raja Hujan

"Karna dengan kekuatan Raja Hujan, Raja Petir, dan hamba, Jendral angin kencang, Raja Petir bermaksud membuat kerajaan Badai yang dipimpin oleh Raja petir untuk menguasai kerajaan lainnya." Jawab Jendral angin kencang

"Dan jika aku tidak menyetujuinya?" Tanya Raja Hujan lagi

"Maka Raja Petir yang akan turun tangan sendiri untuk mengalahkan Raja Hujan. Kekacauan yang hamba buat diluar tadi hanyalah contoh kecil dari kekuatan kerajaan Petir. Paduka bisa bayangkan sendiri jika paduka raja hujan menolak tawaran ini dan lebih memilih perang." jawab Jendral Angin kencang.

Raja terlihat terdiam sejenak di singgasananya.

"Aku akan menjawab besok pagi. Kau pulanglah dulu ke tempatmu." Titah Raja Hujan.

"Baik, Raja Hujan. Besok hamba akan kembali bersama Raja Petir", sahut Jendral Angin kencang yang kemudian mengundurkan diri dan pulang.

Sepeninggalan Jendral Angin kencang, raja langsung meninggalkan singgasananya dan memasuki ruangannya. Putri Rintik yang sedari tadi hanya mengintip, langsung pergi keluar istana untuk melihat sendiri seberapa besar kekacauan yang ditimbulkan jendral angin kencang dari kerajaan petir.

Betapa kagetnya Putri Rintik melihat rumah penduduk kacau balau. Atap mereka banyak yang hilang berterbangan dan jatuh pecah mengotori jalan. Begitupun pohon dan tanaman tanaman hias di pekarangan rumah mereka, tumbang dan rusak. Putri Rintik geram. Ia langsung berlari menuju Istana.

Sesampainya di Istana, Putri Rintik melihat Ratu hujan sedang membaca buku. Ia langsung menghambur ke pelukan ibunya.

"Ibunda Ratu," sahut putri rintik. "Aku telah melihat sendiri kekacauan yang mereka buat. Benar benar seram!"

Ratu hujan tersenyum dan menutup buku yang dibacanya, "lalu bagaimana langkah yang tepat menurutmu, nak?"

"Kita tidak boleh menyerah dan bergabung dengan mereka. Bayangkan saja, bagaimana dashyatnya badai yang akan terjadi jika Hujan dan angin ditambah dengan petir. Akan makin banyak orang tak bersalah yang menjadi korban." Jawab Putri rintik

"Jadi putri lebih pilih melawan?" Tanya Ratu hujan.

"Iya, ibunda!" Jawabnya mantap.

"Kalau begitu ayo ikut ibu ke ruang kerja ayahmu"

Putri Rintik mengekor dibalik punggung Ratu Hujan menuju ke ruang kerja Raja. Ibu mengetuk pintu dan pintu terbuka. Terlihat Raja dan beberapa orang penasihat kerajaan sedang berdiskusi.

"Permisi, yang mulia," sahut Ratu hujan lembut. "Putri Rintik ingin menyampaikan sesuatu"

Raja Hujan menoleh, "apa yang kau inginkan hingga mengganggu rapat ini, nak?"

"Maafkan hamba, Ayahanda. Hanya saja tadi hamba keluar dan menyaksikan sendiri kekacauan yanh dibuat jendral angin. Dan hamba tidak ingin kerajaan Hujan bergabung menjadi kerajaan badai. Agar kekuatan mereka tidak semakin besar dan kekacauan yang mereka timbulkan pada rakyat tak berdosa tidak semakin parah. Sesuai dengan nama kerajaan kita, Hujan harusnya menjadi Rahmat, bukannya makin membuat rakyat sengsara dan melarat" jawab Putri rintik.

Raja tertawa mendengar jawaban Putri Rintik. "Bagus sekali, nak. Lalu apa yang harus kita lakukan? Melawan dengan apa? Kekuatan kerajaan Petir 2x lipat lebih besar dibanding kita"

"Itu.... Ha... Hamba belum memikirkannya, Yang Mulia...." Jawab putri rintik tertunduk malu. Merasa dirinya bodoh karna tidak memiliki solusi.

"Jika belum tau, mari kita cari tau" kata ratu hujan membangkitkan semangat putri rintik. "Putri, bacalah buku buku tentang Petir dan AnginKencang. Carilah kelemahan mereka. Biarkan ayahmu, jendral dan para pnasihat mengatur strategi perang"

Raja memberi tanda mempersilahkan Putri Rintik mencari jawaban diantara buku buku kerajaan. Ditemani sang ratu, putri rintik membaca banyak buku seperti yang diperintah.

"KETEMU !!!" ujar Putri rintik senang.

Esoknya, jendral angin kencang datang kembali. Kali ini membawa raja petir dan lebih banyak pasukan. Mereka bersiap akan langsung berperang jika raja hujan menolak kesepakatan.

Raja hujan mengubah lokasi pertemuan jauh dari rumah penduduk. Tepatnya di sebuah tanah yang amat lapang didekat hutan. Melihat dari tempatnya, amat cocok untuk berperang. Raja petir punya firasat raja hujan akan menolak tawarannya. Ia menahan geram. Awas saja nanti, akan kuhabisi seluruh kerajaanmu.

Kedua pasukan bertemu di tengah tengah tanah lapang.

"Hai raja hujan, aku raja petir. Akan menanyakan langsung padamu. Apakah kau mau menerima tawaranku untuk menyerahkan kerajaanmu dan tunduk dibawah perintahku? Jika iya tidak akan ada pertumpahan darah dan kau akan mendapat posisi yanh sama dengan jendral angin kencang, yakni jendral hujan. Namun jika tidak, kerajaanmu akan kutaklukkan!" Kata Raja petir

Raja hujan menjawab, "kerajaan hujan menolak menyerah. Karna hujan adalah rahmat. Tidak untuk dijadikan alat kekuasaan"

Raja petir geram. "Baiklah jika kau lebih memilij perang. Pasukan, SERAAAANG!!!!!"

Pasukan dari kerajaan petir dipimpin oleh jendral angin kencang langsung berhembus menyerang para pasukan kerjaaan hujan. Sesuai strategi yanh telah mereka rancang semalaman, pasukan hujan segera berlindung kedalam hutan yang rimbun penuh pepohonan yang rapat. Jendral angin kencang kesulitan menembus barisan pepohonan. Kekuatannya terpecah dan pasukannya kocar kacir.

Rupanya putri rintik berhasil menemukan kelemahan angin kencang, yakni pohon dan bukit kecil. Barisan Pohon yang rapat dan bukit bukit kecil dapat memech angin, sehingga angin tidak dapat memporak porandakan yanh ada di balik pohon dan bukit kecil tersebut.

Melihat pasukan angin kencang lumpuh, raja petir makin marah. Ia mengeluarkan kekuatannya yang dapat mengalirkan energi listrik yang membahayakn orang yang ada disekitarnya. Sekalinya tersengat, bisa langsung mati. Kali ini raja hujan yang langsung menghadapi raja petir. Mereka bertarung. Rja petir terus menyerang, sedangkan raja hujan hanya melakukan pertahanan tanpa melawan. Hingga tanpa sadar mereka telah jauh dari tanah lapang dan telah ada di puncak bukit dengan tiang panjang  yang runcinh di bagian atasnya.

Raja petir menyadari bahwa raja hujan sengaja membawanya menjauh dari pasukan karna tak ingin banyk korban yangnjatuh terkena senagatan listtik dari raja petir. Ia marah! Raja petir menyerang dengan sepenuh kekuatan listtiknya, tapi rupamya emergi listtiknya ditangkap oleh tiang runcing itu dan teredam di tanah.

Raja petir terduduk lemas kehilanhan kekuatannya. Putri rintik berhasil menemukan cara mengalirkan energi petir kedalam tanah agar tidak tersengat manusia. Dan raja berhasil mengatur strategi untuk memisahkan raja petir dari kerumunan pasukan agar tidak banuak yang terluka. Raja Hujan menang. Raja petir yang kalah pun menyerahkan kekuasaannya.


Raja hujan yang bijaksana kemudian mengembalikan bekas kerajaan angin yang dulunya direbut oleh raja petir, dan mengembalikan tahta jendral angin kencang menjadi raja angin. Namun dengan satu syarat, kerajaan angin harus berhembus menjadi angin sepoi yang menyejukkan, bukan angin badai yang menghancurkan.

Raja angin berterimakasih atas jasa raja hujan. Kini kedua kerajaan pun menjadi sahabat. Sedangkan raja petir dihukum atas ketamakanya. Ia dipenjara dan diasinhkan di suatu pulau terpenciil untuk seumur hidupnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar